FIK UI Beri Dukungan Psikososial dan Manajemen Stres di Tegalega, Bogor

Peduli Korban Bencana Alam, FIK UI Beri Dukungan Psikososial dan Manajemen Stres di Tegalega, Bogor

Indonesia dikenal sebagai negara yang acap kali mengalami serangkaian bencana alam. Banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai daerah dan merenggut korban jiwa hingga materi. Selain dampak berupa kerugian materi dan kerusakan fisik infrastruktur, bencana juga berimbas terhadap kondisi psikologis seseorang. Sebagai gambaran, dengan kondisi psikologis yang terguncang akibat syok mengalami bencana, masyarakat yang terdampak harus tinggal di pengungsian dalam kondisi yang serba terbatas.

Merespons dampak bencana tersebut, Universitas Indonesia (UI) melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat (pengmas) dibawah koordinasi Pusat Krisis Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI dan UI Peduli, serta bekerja sama dengan Dinkes Kota Bogor. Kegiatan pengmas tersebut berupa dukungan psikososial dan manajemen stres pada korban bencana di RT 1 RW 2 Tegalega, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Kegiatan ini didasarkan pada kejadian bencana alam banjir yang melanda Kota Bogor (12/10/2022), khususnya daerah terdampak Tegalega,” kata Ketua pengmas Ns. Giur Hargiana, M.Kep., Sp.Kep.J. Ia menjelaskan program UI Peduli yang dijalankan yaitu pendampingan psikososial dan manajemen stres yang dibagi berdasarkan kelompok usia, seperti kelompok lansia, kelompok dewasa, kelompok anak sekolah, kelompok anak-anak, kelompok ibu balita, serta kelompok ibu hamil dan ibu bayi.

Menanggapi kegiatan pengmas UI Peduli ini, drg. Firy, selaku Ka.Sie PTM Keswa kota Bogor, menjelaskan dari data (13/10/2022) yang didapatkan, sebanyak 17 orang warga lansia dengan keadaan 2 orang diantaranya dalam keadaan sakit, 16 orang anak, 3 orang balita, 2 orang ibu hamil, dan 49 orang dewasa yang terdampak. Beberapa warga dalam pengungsian mengatakan merasa takut dan trauma hingga mengeluhkan merasa lemas dan nyeri badan.

Masalah psikososial pada kejadian bencana alam sangat membutuhkan perhatian khusus. Peduli dengan kondisi tersebut Tim UI Peduli turun langsung ke lokasi pengungsian di Gedung Masjid Jami Nurul Ikhlas di Jalan Veteran No. 44 Bogor Tengah, Kota Bogor Jawa barat (14/10/2022).

Kegiatan ini digagas oleh Ners Giur melibatkan dua orang mahasiswa program magister keperawatan peminatan keperawatan jiwa, yaitu Ns. Fandy Yoduke, S.Kep dan Ns. Nurhalimah, S.Kep., beserta mahasiswa program spesialis keperawatan jiwa angkatan ke 16 yang sedang residensi di daerah kota Bogor. Sebelum kegiatan kelompok kecil dimulai, setiap warga dalam pengungsian dan relawan dibekali tehnik manajemen stres seperti relaksasi pernapasan, hipnosis 5 jari, though stopping, dan tehnik relaksasi otot progresif.

Selanjutnya masuk dalam kelompok kecil yang diawali dengan screening SRQ-29 pada orang dewasa dan dilakukan intervensi dukungan psikososial disesuaikan kelompok usia. Pada kelompok lansia, warga diminta memperagakan latihan senam otak dan tebak gambar. Kemudian pada kelompok dewasa, warga terdampak diberikan permainan Apple, Banana Jump, permainan angka, dan berhitung 1-6 dengan menggunakan dua tangan. Sementara itu, untuk kelompok anak-anak diajak untuk bernyanyi beberapa lagu dan permainan kereta yang diiringi lagu naik kereta api, dan mewarnai gambar bebas.

Berbeda dengan kelompok anak balita, dukungan diberikan dalam bentuk permainan seperti mengambil bola-bola lalu memasukan dalam keranjang, membangun menara balok kecil, memasukan kacang dalam botol sambil berhitung, menggambar, serta mewarnai. Pada kelompok ibu hamil, warga terdampak diajak untuk menyampaikan lima hal positif yang masih dimiliki dan menuliskan lima hal yang dapat mencegah stres pada gambaran tangan yang diatas kertas.

Dalam kegiatan pengmas tersebut, terlihat keterlibatan Ibu Cinta (Atalia Praratya, Istri Gubernur Jawa Barat); Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto; Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Suntana; dan jajaran Muspida di Kota Bogor yang menjadikan suasana semakin hangat dalam dukungan psikososial. Kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi ini mendapat apresiasi dari para pimpinan pemerintah daerah yang hadir tersebut, juga perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Atalia berharap kepada para warga agar selalu waspada dan mengikuti anjuran dari pemerintah. Ia juga mengingatkan kepada para warga, jika terjadi cuaca ekstrem dimohon untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman demi keselamatan bersama. Dalam kunjungannya, Atalia ikut menghibur dan menyempatkan berbincang dengan para warga.

Ketua RW dan Kader setempat mengatakan bahwa warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian masih membutuhkan dukungan sosial dari masyarakat. Mereka mengucapkan syukur dan berterima kasih atas dukungan yang diterima dari UI Peduli dan pemerintah sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan darurat dan juga penanganan trauma.

This post is also available in:
English