Mitigasi Kebencanaan Kepada Siswa SD di Banyubiru, Pandeglang

Mitigasi Kebencanaan Kepada Siswa SD di Banyubiru, Pandeglang, Dari Fakultas Ilmu Keperawatan UI

Duka mendalam atas gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin sore (Senin, 21/11/2022). Peristiwa alam seperti ini mengingatkan kita untuk waspada karena sewaktu-waktu bisa terjadi bencana alam, terutama di kawasan rawan bencana.

Pandeglang merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Hampir semua jenis bencana alam berpotensi terjadi di daerah tersebut, misalnya gempa bumi, banjir, hingga tsunami. Itu sebabnya, pemahaman mengenai kebencanaan perlu untuk ditingkatkan bagi warga lokal setempat. Edukasi mengenai bencana perlu diberikan sedini mungkin, khususnya untuk mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

Hal tersebut mendasari Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI) melaksanakan program yang berfokus pada edukasi bencana di SDN Banyubiru 2, Desa Banyubiru, Kabupaten Pandeglang, Banten, dipimpin oleh Dr. Tuti Nuraini, S.Kp., M.Biomed., Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, bersama Ice Yulia Wardani, SKp., M.Kep. Sp.Kep.Ji.; Poppy Fitriyani, SKp., M.Kep., Sp.Kom.; Dr. Retno Lestari M.Si.; dan beberapa mahasiswa beserta alumni UI. Program yang lolos dalam Hibah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia 2022 tersebut dilaksanakan secara luring pada Jumat, (30/09/2022). Tim Pengmas UI berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dan mitra, yaitu pemerintah Kabupaten Pandeglang, pemerintah Desa Banyubiru, SDN Banyubiru 2, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Banten, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pandeglang, dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Labuan.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-13 Penanganan Perubahan Iklim dan ke-17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Metode yang dipergunakan berupa permainan anak-anak, permainan ular tangga yang disebut Ular Tangga Bencana. Permainan ular tangga ini berukuran besar yang didesain memuat informasi dan pertanyaan khusus tentang kebencanaan di dalam permainan.

Melalui permainan tersebut, siswa akan belajar mengenai kebencanaan sambil bermain. Berbeda dari ular tangga biasa, bidak pada permainan ini adalah pemainnya sendiri, sehingga anak-anak akan ikut aktif bergerak.

“Ini luar biasa, mahasiswa bersama dosen UI turun ke lapangan (SDN Banyubiru 2) untuk memberikan pembelajaran mengenai mitigasi bencana. Semoga melalui program ini dapat semakin meningkatkan pengetahuan anak, khususnya mengenai kebencanaan,” ujar Haman Hafid, Guru SDN Banyubiru 2.

Siswa sekolah dasar tersebut mengikuti secara antusias permainan ular tangga yang sudah dimodifikasi untuk menyampaikan pesan tentang kebencanaan. Tim pengmas UI berharap agar pesan yang diberikan kepada siswa sekolah dasar ini akan dapat diteruskan kepada lebih banyak lagi anak usia sekolah. Selain itu, akan bermanfaat untuk menghadapi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.